Jumat, 16 Desember 2011

Unsur - unsur kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . Karena itu, kalimat dapat dilihat sebagai satuan dasar dalam suatu wacana atau tulisan. Suatu wacana dapat terbentuk jika ada minimal dua buah kalimat yang letaknya berurutan dan sesuai dengan aturan-aturan wacana.
2.1 KALIMAT DAN UNSUR-UNSURNYA
Suatu pernyataan merupakan kalimat jika di dalam pernyataan itu sekurang-kurangnya terdapat predikat dan subjek, baik disertai objek, pelengkap, atau keterangan maupun tidak, bergantung kepada tipe verba predikat kalimat tersebut. Suatu untaian kata yang tidak memiliki predikat disebut frasa. Untuk menentukan predikat suatu kalimat, dapat dilakukan pemeriksaan apakah ada verba (kata kerja) dalam untaian kata itu . Selain verba, predikat suatu kalimat dapat pula berupa adjektiva dan nomina.
Dalam bentuk lisan, unsur subjek dan predikat itu dipisahkan jeda yang ditandai oleh pergantian intonasi. Relasi antar kedua unsur ini dinamakan relasi predikatif, yaitu relasi yang memperlihatkan hubungan subjek dan predikat. Sebaliknya suatu unsur disebut frasa jika unsur itu terdiri dari dua kata atau lebih—tidak terdapat predikat di dalamnya—dan satu dari kata-kata itu sebagai inti serta yang lainnya sebagai pewatas atau penjelas. Biasanya frasa itu mengisi tempat subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan. Relasi kata yang menjadi inti dan kata yang menjadi pewatas/penjelas ini dinamakan sebagai atributif. Contohnya sebagai berikut.
a)              Anak kecil itu // pandai sekali.
Unsur anak kecil itu (subjek) yang menjadi intinya adalah anak karena dalam unsur itu anak tidak dapat ditiadakan dan kata itu dapat mewakili unsur subjek. Demikian juga, pandai sekali intinya adalah pandai karena kata pandai tidak dapat ditiadakan dan kata itu dapat mewakili unsur predikat. Contoh di atas merupakan kalimat karena terdapat dua unsur yang menjadi syarat dari suatu kalimat. Rangkaian kata  anak kecil itu mewakili unsur subjek, sedangkan pandai sekali mewakili unsur predikat.
Jika dituliskan, kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Dengan kata lain, untaian kata yang diawali dengan huruf kapital pada kata pertama dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya adalah kalimat menurut pengertian kaidah ejaan.
Untuk mengecek apakah kalimat yang dihasilkan memenuhi syarat kaidah tata bahasa, perlu dikenal ciri-ciri subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan. Kalimat yang benar harus memiliki kelengkapan unsur kalimat. Selain itu pengenalan ciri-ciri unsur kalimat ini juga berperan untuk menguraikan kalimat atas unsur-unsurnya.
2.1.1  Ciri-Ciri Subjek
Subjek adalah unsur pokok yang terdapat pada sebuah kalimat di samping unsur predikat. Dengan mengetahui ciri-ciri subjek secara lebih terperinci, kalimat yang dihasilkan dapat terpelihara strukturnya.
¨       Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa
Penentuan subjek dapat dilakukan dengan mencari jawaban atas pertanyaan apa atau siapa yang dinyatakan dalam suatu kalimat. Untuk subjek kalimat yang berupa manusia, biasanya digunakan kata tanya siapa.
¨       Disertai Kata Itu
Kebanyakan subjek dalam bahasa Indonesia bersifat takrif (definite). Untuk menyatakan takrif, biasanya digunakan kata itu. Subjek yang sudah takrif misalnya nama orang, nama negara, instansi, atau nama diri lain dan juga pronomina tidak disertai kata itu.
¨       Didahului Kata Bahwa
Di dalam kalimat pasif kata bahwa merupakan penanda bahwa unsur yang menyertainya adalah anak kalimat pengisi fungsi subjek. Di samping itu, kata bahwa juga merupakan penanda subjek yang berupa anak kalimat pada kalimat yang menggunakan kata adalah atau ialah.
¨       Mempunyai Keterangan Pewatas Yang
Kata yang menjadi subjek suatu kalimat dapat diberi keterangan lebih lanjut dengan menggunakan penghubungyang. Keterangan ini dinamakan keterangan pewatas.
¨       Tidak Didahului Preposisi
Subjek tidak didahului preposisi, seperti daridalamdikekepadapada. Orang sering memulai kalimat dengan menggunakan kata-kata seperti itu sehingga menyebabkan kalimat-kalimat yang dihasilkan tidak bersubjek.
¨       Berupa Nomina atau Frasa Nominal
Subjek kebanyakan berupa nomina atau frasa nominal. Di samping nomina, subjek dapat berupa verba atau adjektiva, biasanya, disertai kata penunjuk itu.
2.1.2  Ciri-Ciri Predikat
Predikat juga merupakan unsur utama suatu kalimat di samping subjek Bagian ini khusus membicarakan ciri-ciri predikat secara lebih terperinci.
¨       Jawaban atas Pertanyaan Mengapa atau Bagaimana
Dilihat dari segi makna, bagian kalimat yang memberikan informasi atas pertanyaan mengapa atau bagaimanaadalah predikat kalimat. Pertanyaan sebagai apa atau jadi apa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa nomina penggolong (identifikasi). Kata tanya berapa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa numeralia (kata bilangan) atau frasa numeralia.
¨       Kata Adalah atau Ialah
Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Predikat itu terutama digunakan jika subjek kalimat berupa unsur yang panjang sehingga batas antara subjek dan pelengkap tidak jelas.
¨       Dapat Diingkarkan
Predikat dalam bahasa Indonesia mempunyai bentuk pengingkaran yang diwujudkan oleh kata tidak. Bentuk pengingkaran tidak ini digunakan untuk predikat yang berupa verba atau adjektiva. Di samping tidak sebagai penanda predikat, kata bukan juga merupakan penanda predikat yang berupa nomina atau predikat katamerupakan.
¨       Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas
Predikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telahsudahsedang,belum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan verba atau adjektiva. Kalimat yang subjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap pembicara (subjek), seperti ingin,hendak, dan mau.
¨       Unsur Pengisi Predikat
Predikat suatu kalimat dapat berupa:
  1. Kata, misalnya verba, adjektiva, atau nomina.
  2. Frasa, misalnya frasa verbal, frasa adjektival, frasa nominal, frasa numeralia (bilangan).
2.1.3  Ciri-Ciri Objek
Unsur kalimat ini bersifat wajib dalam susunan kalimat aktif transitif yaitu kalimat yang sedikitnya mempunyai tiga unsur utama, subjek, predikat, dan objek. Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atauter-) tidak memerlukan objek, sedangkan verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-. Ciri-ciri objek ini sebagai berikut.
¨       Langsung di Belakang Predikat
Objek hanya memiliki tempat di belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat.
¨       Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif
Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya.
¨       Tidak Didahului Preposisi
Objek yang selalu menempati posisi di belakang predikat tidak didahului preposisi. Dengan kata lain, di antara predikat dan objek tidak dapat disisipkan preposisi.
¨       Didahului Kata Bahwa
Anak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif.
2.1.4  Ciri-Ciri Pelengkap
Pelengkap dan objek memiliki kesamaan. Kesamaan itu ialah kedua unsur kalimat ini :
  1. Bersifat wajib ada karena melengkapi makna verba predikat kalimat.
  2. Menempati posisi di belakang predikat.
  3. Tidak didahului preposisi.
Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap. Berikut ciri-ciri pelengkap.
¨       Di Belakang Predikat
Ciri ini sama dengan objek. Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contohnya terdapat pada kalimat berikut.
a)   Diah mengirimi saya buku baru.
b)   Mereka membelikan ayahnya sepeda baru.
Unsur kalimat buku barusepeda baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan  tidak mendahului predikat.
¨       Tidak Didahului Preposisi
Seperti objek, pelengkap tidak didahului preposisi. Unsur kalimat yang didahului preposisi disebut keterangan. Ciri-ciri unsur keterangan dijelaskan setelah bagian ini.
2.1.5  Ciri-Ciri Keterangan
Keterangan merupakan unsur kalimat yang memberikan informasi lebih lanjut tentang suatu yang dinyatakan dalam kalimat; misalnya, memberi informasi tentang tempat, waktu, cara, sebab, dan tujuan. Keterangan ini dapat berupa kata, frasa, atau anak kalimat. Keterangan yang berupa frasa ditandai oleh preposisi, seperti dikedari,dalampadakepadaterhadaptentangoleh, dan untuk. Keterangan yang berupa anak kalimat ditandai dengan kata penghubung, seperti ketikakarenameskipunsupayajika, dan sehingga. Berikut ini beberapa ciri unsur keterangan.
¨       Bukan Unsur Utama
Berbeda dari subjek, predikat, objek, dan pelengkap, keterangan merupakan unsur tambahan yang kehadirannya dalam struktur dasar kebanyakan tidak bersifat wajib.
¨       Tidak Terikat Posisi
Di dalam kalimat, keterangan merupakan unsur kalimat yang memiliki kebebasan tempat. Keterangan dapat menempati posisi di awal atau akhir kalimat, atau di antara subjek dan predikat.
¨       Jenis Keterangan
Keterangan dibedakan berdasarkan perannya di dalam kalimat.
  1. Keterangan Waktu
Keterangan waktu dapat berupa kata, frasa, atau anak kalimat. Keterangan yang berupa kata adalah kata-kata yang menyatakan waktu, seperti kemarinbesoksekarangkinilusasiang, dan malam. Keterangan waktu yang berupa frasa merupakan untaian kata yang menyatakan waktu, seperti kemarin pagihari Senin7 Mei, danminggu depan. Keterangan waktu yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor yang menyatakan waktu, seperti setelah, sesudah, sebelum, saat, sesaat, sewaktu, dan ketika.
  1. Keterangan Tempat
Keterangan tempat berupa frasa yang menyatakan tempat yang ditandai oleh preposisi, seperti di, pada, dandalam.
  1. Keterangan Cara
Keterangan cara dapat berupa kata ulang, frasa, atau anak kalimat yang menyatakan cara. Keterangan cara yang berupa kata ulang merupakan perulangan adjektiva. Keterangan cara yang berupa frasa ditandai oleh kata denganatau secara. Terakhir,  keterangan cara yang berupa anak kalimat ditandai oleh kata dengan dan dalam.
  1. Keterangan Sebab
Keterangan sebab berupa frasa atau anak kalimat. Keterangan sebab yang berupa frasa ditandai oleh katakarena atau lantaran yang diikuti oleh nomina atau frasa nomina. Keterangan sebab yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor karena atau lantaran.
  1. Keterangan Tujuan
Keterangan ini berupa frasa atau anak kalimat. Keterangan tujuan yang berupa frasa ditandai oleh kata untuk ataudemi, sedangkan keterangan tujuan yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor supaya, agar, atau untuk.
  1. Keterangan Aposisi
Keterangan aposisi memberi penjelasan nomina, misalnya, subjek atau objek. Jika ditulis, keterangan ini diapit tanda koma, tanda pisah (–), atau tanda kurang.
Perhatikan contoh berikut.
¨       Dosen saya, Bu Erwin, terpilih sebagai dosen teladan.
  1. Keterangan Tambahan
Keterangan tambahan memberi penjelasan nomina (subjek ataupun objek), tetapi berbeda dari keterangan aposisi. Keterangan aposisi dapat menggantikan unsur yang diterangkan, sedangkan keterangan tambahan tidak dapat menggantikan unsur yang diterangkan. Seperti contoh berikut.
¨       Siswanto, mahasiswa tingkat lima, mendapat beasiswa.
Keterangan tambahan (tercetak miring) itu tidak dapat menggantikan unsur yang diterangkan yaitu kata Siswanto.
  1. Keterangan Pewatas
Keterangan pewatas memberikan pembatas nomina, misalnya, subjek, predikat, objek, keterangan, atau pelengkap. Jika keterangan tambahan dapat ditiadakan, keterangan pewatas tidak dapat ditiadakan. Contohnya sebagai berikut.
¨       Mahasiswa yang mempunyai IP tiga lebih mendapat beasiswa.
Contoh diatas menjelaskan bahwa bukan semua mahasiswa yang mendapat beasiswa, melainkan hanyamahasiswa yang mempunyai IP  tiga lebih.
2.2 KALIMAT TUNGGAL DAN PERUBAHANNYA
Dilihat dari unsur pembentuknya, kalimat itu dapat dibedakan atas kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Bagian ini akan membahas kalimat tunggal beserta perubahannya.
2.2.1  Kalimat Dasar
Jumlah kalimat yang digunakan sebagai alat komunikasi tidak terhitung banyaknya. Namun kalimat yang tidak terbatas jumlahnya itu sebenarnya dapat dikembalikan kepada struktur dasar yang jumlahnya terbatas.
Dengan peniadaan unsur keterangan—baik keterangan kalimat maupun keterangan subjek, predikat, ataupun objek—akan ditemukan kalimat dasar yang merupakan struktur yang paling pokok [Sugo97].Peniadaan itu tidak berlaku untuk unsur yang pokok. Dengan kata lain, unsur subjek, predikat, objek, serta pelengkap tetap harus ada dalam struktur dasar.
2.2.2  Pola Kalimat Dasar
Berdasarkan keterangan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa kalimat dasar ialah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktrur inti, belum mengalami perubahan. Perubahan itu dapat berupa penambahan unsur seperti penambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap. Berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya, kalimat dasar dapat dibedakan ke dalam delapan tipe [Sugo97].
  1. Kalimat dasar berpola SPOK
Kalimat dasar ini mempunyai unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan; subjek berupa nomina atau frasa nomina, predikat berupa verba dwitransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa berpreposisi.
  1. Kalimat dasar berpola SPOPel
Tipe 2 itu adalah kalimat dasar yang mempunyai unsur subjek, predikat, objek, dan pelengkap; subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba dwitransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan pelengkap berupa nomina atau frasa nominal.
  1. Kalimat dasar berpola SPO
Tipe 3 ini mempunyai unsur subjek, predikat, dan objek; subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba transitif, dan objek berupa nomina atau frasa nominal.
  1. Kalimat dasar berpola SPPel
Kalimat tipe 4 mempunyai unsur subjek, predikat, dan pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, kata sifat  dan pelengkap berupa nomina atau adjektiva.
  1. Kalimat dasar berpola SPK
Kalimat dasar ini mempunyai unsur subjek, predikat, dan harus memiliki unsur keterangan karena diperlukan oleh predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Contohnya adalah kalimat berikut.
¨       Saya berasal dari Palembang.
  1. Kalimat dasar berpola SP (P: Verba)
Tipe 6 itu adalah kalimat dasar yang mempunyai unsur subjek dan predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal dan predikat berupa verba intransitif, tidak ada objek, pelengkap, ataupun keterangan yang wajib.
  1. Kalimat dasar berpola SP (P: Nomina)
Tipe 7 adalah kalimat yang memiliki unsur subjek dan predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal dan predikat juga berupa nomina atau frasa nominal. Nomina predikat biasanya mempunyai pengertian lebih luas daripada nomina subjek dan berupa nomina penggolong (identifikasi).
  1. Kalimat dasar berpola SP (P: Adjektiva)
Kalimat ini memiliki unsur subjek dan predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal dan predikat berupa adjektiva. Unsur pengisi predikat itulah yang membedakan tipe 8 dari tipe 7 dan tipe 6.
2.2.3 Kalimat Aktif
Jika subjek suatu kalimat merupakan pelaku perbuatan yang dinyatakan pada predikat, kalimat itu disebut kalimat aktif. Oleh karena itu, kalimat aktif hanya terdapat pada kalimat yang predikatnya berupa verba aktif. Kalimat dasar yang termasuk kalimat aktif adalah kalimat dasar tipe 1, tipe 2, tipe 3, dan tipe 6. Kalimat aktif dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu kalimat aktif yang berobjek yang dinamakan transitif dan kalimat aktif yang tidak berobjek yang disebut intransitif.
Verba yang mengisi predikat kalimat aktif dinamakan verba aktif. Verba aktif umumnya ditandai oleh awalan me-,seperti menulis, membaca, membawa, mencatat, menyeberangi, dan melintasi.
2.2.4 Kalimat Pasif
Jika subjek suatu kalimat tidak berperan sebagai pelaku, tetapi sebagai sasaran perbuatan yang dinyatakan predikat, kalimat itu disebut kalimat pasif. Kalimat semacam ini merupakan kalimat ubahan dari kalimat aktif. Hal ini dilakukan dengan pengubahan unsur objek kalimat aktif menjadi subjek kalimat pasif. Pengubahan ini menyebabkan perubahan bentuk verba pengisi predikat, yaitu verba aktif menjadi verba pasif. Dengan demikian, kalimat pasif ini hanya terdapat dalam kalimat tipe 1 dan 2 serta tipe 3. Kalimat-kalimat tak berobjek (intransitif) tidak dapat dijadikan kalimat pasif sebelum diubah menjadi kalimat transitif.
Di samping ditandai oleh peran subjek sebagai sasaran, kalimat pasif itu ditandai pula oleh bentuk verba pengisi predikatnya. Di dalam bahasa Indonesia ada dua macam bentuk verba pasif, yaitu verba pasif berawalan di- dan verba pasif tanpa awalan di- plus pelaku.
Kalimat-kalimat aktif dapat dijadikan kalimat pasif dengan mengubah unsur objek dijadikan subjek, dan hal itu akan mengakibatkan perubahan bentuk verba predikat berawalan me- menjadi berawalan di-. Contohnya terdapat pada kalimat berikut.
Pengusaha itu meminjami ayah uang.
Kalimat aktif di atas kemudian diubah menjadi kalimat pasif :
Ayah dipinjami uang oleh pengusaha itu
Kalimat pasif yang berasal dari kalimat aktif dengan unsur pelaku pronomina persona (kata ganti orang) pertama, kedua, dan ketiga dapat juga memiliki bentuk yang berbeda dengan kalimat pasif di atas. Perbedaan ini terdapat pada predikat yang tidak berawalan di-. Verba pengisi predikat kalimat pasif ini adalah verba yang diperoleh dari verba aktif dengan menanggalkan awalan me-. Sebagai pengganti awalan di-, penanda verba pasif, digunakan pronomina persona atau nomina pelaku pada kalimat asal (kalimat aktifnya) seperti contoh ini.
Saya sudah mengirimkan lamaran ke kantor.
Kalimat aktif diatas kemudian diubah menjadi kalimat pasif dengan predikat tanpa awalan di- :
Lamaran sudah saya kirimkan ke kantor.
Bagian yang dicetak tebal di atas merupakan predikat kalimat. Pada kalimat pasif jenis ini, verba pasif tidak berupa sebuah kata, tetapi berupa gabungan dua kata, yaitu verba transitif tanpa awalan di- atau me- dan unsur pelaku yang dalam kalimat aktif berfungsi sebagai subjek.
Kalimat pasif juga dapat ditandai oleh predikat verba pasif yang berawalan ter-. Kalimat yang berpredikat veba berawalan ter- memperlihatkan bahwa subjek dikenai perbuatan yang dinyatakan oleh predikat dan mempunyai makna tidak disengaja. Contohnya terdapat pada kalimat berikut.
Kaki saya terinjak orang.
Di samping itu, kalimat pasif dalam pengertian tidak disengaja dapat juga ditandai oleh kata kena. Seperti dalam contoh berikut.
Mereka kena tipu orang .
Selain berciri verba berawalan di-, ter, dan kata kena, kalimat pasif ditandai oleh verba berimbuhan ke- -an. Verba jenis ini amat terbatas jumlahnya dan biasanya berhubungan dengan peristiwa alam, seperti kalimat berikut.
Anak-anak kehujanan sepanjang jalan.
2.2.5  Perluasan Unsur
Unsur kalimat, seperti subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan dapat diperluas sehingga informasi tentang unsur-unsur itu menjadi lebih lengkap. Perluasan ini diartikan sebagai pengubahan unsur dasar dengan penambahan, pemindahan, ataupun peniadaan. Pada penelitian yang dilakukan, penulis hanya melakukan perluasan unsur dengan melakukan penambahan unsur-unsur kalimat.  Struktur pola kalimat masih tetap sama dengan pola kalimat dasar. Sedangkan peniadaan unsur kalimat tidak dilakukan karena kalimat yang diteliti adalah kalimat tertulis dan peniadaan unsur kalimat banyak terjadi di dalam penggunaan bahasa bentuk dialog (lisan).
¨       Perluasan Nomina
Nomina, baik yang berfungsi sebagai predikat, subjek  maupun objek dapat diperluas dengan penambahan kata, frasa, atau anak kalimat. Penambahan ini dapat dilakukan dengan keterangan yang memiliki konjungtor yang atau tanpa konjungtor. Contoh perluasan nomina dengan konjungtor yang terdapat pada kalimat-kalimat berikut.
a)   Mahasiswa yang pandai mendapat beasiswa
b)   Perusahaan yang lemah sekali akan mendapat subsidi
c)    Anak yang berbakat melukis itu mendapat bantuan berupa alat-alat lukis.
Perluasan dengan yang tersebut menunjukkan keterangan yang menjelaskan nomina yang menjadi subjek. Kadang-kadang konjungtor yang itu ditiadakan.
Nomina subjek atau objek dapat diperluas dengan keterangan penjelas tetapi tidak memakai konjungtor yang. Penambahan keterangan ini dapat dilakukan dengan menjajarkan saja unsur keterangan dibelakang subjek atau objek itu. Contohnya adalah sebagai berikut.
a)   Karya tulis ilmiah remaja diperlombakan setiap tahun.
b)   Buku petunjuk penulisan karangan ilmiah telah beredar.
¨       Perluasan Verba
Verba pengisi predikat kalimat dapat diperluas dengan penambahan kata atau frasa. Kata atau frasa ini memberi keterangan pada predikat. Misalnya keterangan aspek atau modalitas.
Keterangan aspek ditandai oleh kata seperti telah, sedang, akan, sudah, masih, belum yang menerangkan perbuatan yang terjadi pada predikat. Contohnya terdapat pada kalimat-kalimat berikut:
a)   Pertandingan itu telah usai beberapa saat yang lalu.
b)   Bintang bulutangkis masih belum berpindah dari Indonesia.
Keterangan modalitas menyatakan sikap pembicara, antara lain menyatakan kemungkinan, keharusan, atau kenyataan. Keterangan ini ditandai oleh kata ingin, hendak, mau, barangkali, harus, dan pasti. Kalimat contohnya terdapat di bawah ini.
a)   Saya ingin belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
b)   Saya harus benar-benar belajar.
2.3 KALIMAT MAJEMUK
Demi keefisienan, orang sering menggabungkan beberapa pernyataan ke dalam satu kalimat. Akibat penggabungan itu lahirlah struktur kalimat yang di dalamnya terdapat beberapa kalimat dasar. Struktur kalimat yang di dalamnya terdapat dua kalimat dasar atau lebih disebut kalimat majemuk. Berdasarkan hubungan antarkalimat dasar itu, kalimat majemuk dapat dibedakan ke dalam dua macam, yaitu kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.
2.3.1  Kalimat Majemuk Setara
Struktur kalimat yang di dalamnya terdapat sekurang-kurangnya dua kalimat dasar dan masing-masing dapat berdiri sebagai kalimat tunggal disebut kalimat majemuk setara (koordinatif). Kalimat berikut terdiri atas dua kalimat dasar.
Saya datang, dia pergi.
Kalimat itu terdiri atas dua kalimat dasar yaitu saya datang dan dia pergi. Jika kalimat dasar pertama ditiadakan, unsur dia pergi masih dapat berdiri sendiri sebagai kalimat mandiri. Demikian pula sebaliknya. Keduanya mempunyai kedudukan yang sama. Itulah sebabnya kalimat itu disebut kalimat majemuk setara.
2.3.2  Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat yang mengandung satu kalimat dasar yang merupakan inti (utama) dan satu atau beberapa kalimat dasar yang berfungsi sebagai pengisi salah satu unsur kalimat inti itu misalnya keterangan, subjek, atau objek dapat disebut sebagai kalimat majemuk bertingkat jika diantara kedua unsur itu digunakan konjungtor. Konjungtor inilah yang membedakan struktur kalimat majemuk bertingkat dari kalimat majemuk setara.
Pernyataan berikut menjadi kalimat majemuk bertingkat jika disisipi konjungtor misalnya ketika, karena, supaya, meskipun, jika, atau sehinggaSaya masuk, mereka diam.
Kalimat di atas merupakan kalimat majemuk setara. Tetapi,  kalimat itu berubah menjadi kalimat majemuk bertingkat dengan penempatan konjungtor ketika.
Saya masuk ketika mereka diam.
Pada kalimat majemuk setara, masing-masing kalimat penyusunnya dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Sebaliknya pada kalimat majemuk bertingkat, kalimat penyusun yang didahului konjungtor seperti kalimatketika mereka diam tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu, kalimat yang memiliki konjungtor semacam ini berfungsi sebagai anak kalimat pengisi salah satu unsur kalimat inti.
Anak kalimat pengisi unsur subjek atau objek kalimat transitif ditandai oleh kata bahwa. Hal ini dapat dilihat pada contoh berikut.
Bahwa pengurus inti harus segera dibentuk sudah dibahas pada rapat kemarin.
Kalimat majemuk bertingkat juga dapat berupa kalimat tunggal yang mengalami perluasan sekurang-kurangnya pada salah satu unsurnya misalnya pada unsur keterangan,  subjek atau objek. Elemen yang berperan memperluas salah satu unsur kalimat ini merupakan anak kalimat dan diawali oleh konjungtor yang atau kata penunjuk itu. Contohnya adalah anak kalimat yang menyertai nomina dan berfungsi sebagai keterangan nomina tersebut. Nomina yang dapat diberi keterangan dapat berupa nomina yang berfungsi sebagai subjek, predikat atau objek. Perhatikan contoh kalimat berikut.
Perusahaan yang ingin mengajukan kredit harus mempunyai jaminan.
Anak kalimat yang ingin mengajukan kredit merupakan anak kalimat yang memberi keterangan nominaperusahaan yang berfungsi sebagai subjek kalimat di atas.
Sumber :http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:r68gLUipiiwJ:staf.cs.ui.ac.id/WebKuliah/IKI40921/Struktur-Kalimat.doc+%22Pola+Kalimat+Dasar%22&cd=31&hl=en&ct=clnk&gl=uk

Pengertian Kalimat

Pengertian Kalimat adalah suatu bahasa kecil yang merupakan kesatuan pikiran. Dalam bahasa lisan kalimat diawali dan diakhiri dengan kesenyapan, dan dalam bahasa tulis diawali dengan huruf capital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru dan tanda tanya.
Pengertian Kalimat - Definisi Kalimat
Kalimat susun berdasarkan unsur-unsur yang berupa kata, frasa, dan / atau klausa. Jika disusun berdasarkan pengertian di atas, unsur-unsur tersebut mempunyai fungsi dan pengertian tertentu yang disebut bagian kalimat. Ada bagian yang tidak dapat dihilangkan, ada pula bagian yang dapat dihilangkan. Bagian yang tidak dapat dihilangkan itu disebut inti kalimat, sedangkan bagian yang dapat dihilangkan bukan inti kalimat. Bagian inti dapat membentuk kalimat dasar dan bagian bukan inti dapat membentu kalimat luas.
Contoh 1 :
Buku ini baru terbit.
Isinya sungguh bagus!
Di mana buku ini dapat dibeli?
Contoh 2 :
1) Menulis itu mudah. (2) Kemudahan menulis dapat dirasakan oleh setiap orang yang mempelajarinya secara serius. (3) kemudahan menulis itu dapat dikelompokkan ke dalam tiga hal, yaitu : menentukan ide, mengorganisasi ide, dan mengeksresikan ide tersebut dengan kalimat efektif sehinga menjadi sebuah karangan utuh
Paragraph tersebut terdiri atas tiga buah kalimat. Kalimat (1) berupa kalimat dasar terdiri atas dua bagian kalimat inti, yakni : /menulis ilmiah itu/ mudah/. Kalimat (2) berupa kalimat luas tersendiri atas dua bagian inti dan satu bagian bukan inti: kemudahan menulis/ dapat dirakan/ oleh setiap orang yang mempelajarinya secara serius/ . Kalimat (3) berupa kalimat luas terdiri dari dua bagian inti dan dua bukan inti: kemudahan menulis itu dapat dikelompokkan/ ke dalam tiga hal/ yaitu menentukan ide, mengorganisasi ide, dan mengkreasikan ide tersebut menjadi sebuah karangan yang lengkap.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa kalimat pertama berupa kalimat dasar, sedangkan kalimat kedua dan ketiga berupa kalimat luas.
Ciri-ciri kalimat
  1. Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenyapan dan diakhiri dengan kesenyapan. DAlam bahasa tulis diawali huruf capital dan diakhiri dengan titik, tanda Tanya, atau tanda seru.
  2. Kalimat aktif sekurang-kurangnya terdiri atas subyek dan predikat.
  3. Predikat transitif disertai objek, predikat intransitive dapat disertai pelengkap
  4. Mengandung pikiran yang utuh
  5. Menggunakan urutan logis setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek, predikat, objek, dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsinya
  6. Mengandung, satuan makna, ide, atas pesan yang jelas
  7. Dalam paragraph yaaang terdiri dua kalimat atau lebih, kalimat-kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan, hubungan dijalin dalam konjungsi, pronominal atau kata ganti, repetisi, atau struktur sejajar.

Referensi : -  buku bahasa indonesia oleh Widjono Hs.

Jumat, 11 November 2011

ragam pidato

BAHASA INDONESIA (LISAN) RAGAM PIDATO
tugas bahasa nomer 2 tentang Lisan Ragam Pidato
Bersistematika:
a.Pendahuluan (isi dengan peranan pidato)
b.Isi (batang tubuh) = metode penyajian oral
(i)empat penyajian lisan
(ii)persiapan penyajian lisan
(iii)menentukan maksud dan topik
c.Penutup
Bahasa Indonesia Lisan Ragam Pidato
a.Peranan Pidato
Peranan pidato, ceramah, penyajian penjelasan lisan kepada suatu kelompok massa merupakan suatu hal yang sangat penting, baik pada waktu sekarang maupun pada waktu-waktu yang akan datang. Dalam sejarah umat manusi adapat dicatat betapa keampuhan penyajian lisan mengubah sejarah umat manusia atau sejarah suatu bangsa. Penyajian lisan dapat berguna bagi masyarakat, untuk mengembangkan suatu tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan lebih luhur. Tetapi sebaiknya keahlian bicara itu menenggelamkan umat manusia beserta nilai-nilai dan hasil-hasil kebudayaannya. Sebab itu sebagai seorang mahasiswa harus berusaha pula memiliki kemahiran mengungkapkan pikiran secara lisan atau dengan singkat penyajian lisan, bukan saja menghendaki penguasaan bahasa yang baik dan lancar, tetapi disamping itu menghendaki pula persyaratan-persyaratan lain.
b.Metode Penyajian Oral
Terdapat 2 perbedaan dalam persiapan-persiapan yang diadakan pada waktu menyusun komposisi penyajian lisan. Pertama, dalam penyajian lisan perlu diperhatikan gerak-gerik, sikap, hubungan langsung dengan hadirin, sedangkan komposisi tertulis sama sekali tak diperhitungkan. Kedua, dalam penyajian lisan tidak ada kebebasan bagi pendengar untuk memilih mana yang harus didahulukan mana yang dapatdiabaikan. Sebab itu persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun sebuah uraian lisan, di samping memperhatikan hal-hal tersebut di atas, tergantung pula dari metode penyajiannya .Dikenal empat macam metode penyajianlisan, yaitu :
1.metode Impromptu (serta-merta)
Metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat. Tidak ada persiapan sama sekali, pembicara secara serta-merta berbicara berdasarkan pengetahuannya dan kemahirannya.
2.metode menghafal
Metode ini merupakan lawan dari metode pertama diatas. Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan, tetapi ditulis secara lengkap kemudian dihafal kata demi kata. Cara ini juga akan menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya.
3.metode naskah
Metode ini jarang dipakai, kecuali dalam pidato resmi atau pidato-pidato radio. Metode ini sifatnya masih agak kaku, sebab bila tidak mengadakan latihan yang cukup maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar.
4.metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah)
Metode ini sangat dianjurkan karena merupakanjalan tengah. Uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting. Metode ini lebih banyak memberikan fleksibilitas dan variasi dalam memilih diksinya. Sebaliknya metode ini terlalu bersifat sketsa, maka hasilnya sama dengan metode impromptu.
Persiapan Penyajian Lisan
Terdapat 7 langkah persiapan untuk penyajian lisan diantaranya :
A.Meneliti masalah : 1.Menentukan maksud 2.Menganalisa pendengar dan situasi 3.Memilih dan menyempitka ntopik.
B. Menyusun uraian : 4.Mengumpulkan bahan 5.Membuat kerangka uraian 6.Menguraikan secaramendetail.
C. Mengadakan latihan : 7.Melatih dengan suara nyaring. Urutan ketujuh langkah di atas tidak mutlak harus diikuti dengan cermat seperti itu, tetapi yang jelas urutan kelompok meneliti masalah harus mendahului kelompok menyusun uraian, dan mengadakan latihan oral merupakan bagian yang terakhir. Namun perubahan urutan dapat saja dilakukan dalam tiap kelompok.
Menentukan maksud dan topik
Setiap tulisan selalu menentukan topik tertentu yang ingin disampaikan kepada para hadirin, dan mengharapkan suatu reaksi tertentu dari para pembaca atau pendengar. Sebab itu dalam menentukan maksud sebuah uraian lisan, pembicara harus selalu memikirkan tanggapan apa yang diinginkan para pendengar. Oleh karena itu topik pembicaraan dan tujuannya merupakan hal yang tidak dipisahkan satu dari yang lain.Topik dan tujuan pertama-tama merupakan persoalan dasar bagi tema uraian dan wujud dari tema itu sendiri, dan kedua, topik dan tujuan bertalian sangat erat dengan tanggapan yang diharapkan dari para pendengar dengan mengemukakan tema.
c.Penutup
Demikian sistematika dari ragam pidato dengan metode penyajian oral, yang terdiri dari penyajian lisan, persiapan penyajian lisan, dan menentukan topik dan maksud. Kurang lebihnya harap dimaklumi. Terima Kasih.


sumber : http://akoeh.wordpress.com/2011/11/07/bahasa-indonesia-ragam-pidato/

kedudukan dan fungsi bahasa indonesia

KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA 

Awal mula bahasa Indonesia

Cikal bakal bahasa Indonesia adalah bahasa melayu, yang terbentuk dari bahasa Arab, Persia, Sansekerta dan bahasa-bahasa Eropa. Bahas melayu sejak zaman kerajaan Sriwijaya pada abad ke-tujuh telah di gunakan sebagai bahasa perdagangan dan perluasan agama budha di Nusantara. Lalu bahasa Melayu pun bsemakin berkembang dan meluas di seluruh Nusantara. Pada awal zaman kolonial bahasa Melayu bukan saja sangat bagus namanya, tetapi juga merupakan bahasa negeri Timur yang di hormati.

Pada zaman pergerakan nasional bahas Indonesia lahir pertama kali. Pada waktu itu para tokoh pergerakan mencari bahasa yang dapat dipahami dan dapat dipakai oleh segenap lapisan suku bangsa yang ada. Perkembangan bahasa di Melayu di wilayah nusantaramempengaruhi dan mendorong tumbuhnnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Pada 1918 dari hasil pemikiran para tokoh pergeakan dan dewan rakyat, akhirnya dipilih bahasa Melayu dengan pertimbangan bahwa bahasa telah dipakai hampir sebagian

 rakyat Indonesia waktu itu. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Dan pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan beikrar, yang kemudian dikenal dengan Sumpah Pemuda.


Proklamasi kemerdekaan republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbabagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.

a. Sebagai bahasa Nasional :

1. Lambang kebanggaan nasional Sebagai lambang kebanggaan nasional,
  bahasa indonesia ‘memancarkan’ nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia,kita harus bangga denganya; kita harus menjunjungnya;dan kita harus mempertahankannya. Kita harus bangga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh.

2.Lambang identitas Nasional.

Bahasa Indonesia merupakan ‘lambang’ bangsa Indonesia. Berarti, dengan bahasa Indonesia dapat diketahui siapa kita, yaitu sifat, perangai, dan watak kita sebagai bangsa Indonesia.

3.Alat pemersatu berbagai ragam masyarakat yang berbeda latar

belakang sosial budaya dan bahasanya.

Dengan bahasa Indonesia, bangasa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, sebab mereka tidak merasa bersaing dan tidak lagi merasa ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain.kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia. 
4. Alat perhubungan antar budaya daerah. 
Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Kta dapat saling berkomunikasi, bertukar pikiran, dan informasi dengan suku lain yang berlatar belakang bahasa yang berbeda. Bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan
 ipoleksosbudhankam mudah di informasikan kepada warganya.
b. Sebagai bahasa Resmi/Negara :
1. Bahasa resmi kenegaraan. 
Keputusan-keputusan, dokumen-dokumen, dan surat-surat resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga-lembaganya dituliskan dalam bahasa Indonesia. Pidato-pidato atas nama pemerintah atau dalam rangka menuaikan tugas pemerintahan diucapkan dan dituliskan dalam bahasa Indonesia. 
2. Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. 
Bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga- lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Konsekuensi pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan tersebut, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak hendaknya juga berbahasa Indonesia, khususnya di perguruan tinggi. 
3. Alat penghubung pada tingkat nasional serta kepentingan 
pemerintah. 
Bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antarbadan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat, untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah. Degan mengadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa, tujuannya agar isi atau pesan yang di sampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh kedua belah pihak (masyarakat).
 4.Alat pengembang kebudayaan, ilmu pengetahuan,dan teknologi. 
Kebudayaan nasional Indonesia yang beragam, berasal dari masyarakat Indonesia yang beragam pula, hampir tidak mungkin dapat disebarluaskan kepada dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia lain tanpa bahasa indonesia. Agar jangkauannya lebih luas, penyebaran ilmu dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah, hendaknya menggunakan bahasa Indonesia. Apabila arus informasi kita menngkat berarti akan mempercepat pengetahuan kita, apabila pengetahuan kita meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat tercapai. Dan mungkin pada saat mendatangbahasa Indonesia berkembang sebagai bahasa iptek yang sejajar dengan bahasa Inggris.


referensi : http://www.scribd.com/doc/21562578/Kedudukan-Bahasa-Indonesia

cyber bully

Cyber bully

Takrifan National Crime Prevention Council siber-buli adalah "apabila Internet, telefon bimbit atau alat lain yang digunakan untuk mengirim teks atau imej diniatkan untuk mencedera atau memalukan orang lain." StopCyberbullying.org, sebuah pertubuhan pakar berdedikasi pada keselamatan, kawalan dan keperibadian internet, mentakrifkan siberbuli sebagai: "suatu keadaan apabila seorang kanak-kanak, usia di antara kanak-kanak dan belasan tahun dan usia belasan tahun 'menyeksa, mengancam, mengganggu, menghina, memalu atau kalau tidak menyasar' berulangan oleh kanak-kanak atau remaja belasan tahun lain menggunakan mesej teks, email, mesej segera atau mana-mana jenis lain teknologi digital." Para penyelidik menggunakan bahasa mirip untuk menjelaskan fenomena.
Siber-buli dapat menjadi semudah sahaja dengan mengirim email kepada seorang yang mereka berkata telah mereka tidak mahu hubungan lanjut dengan pengirim, tetapi ia mungkin juga termasuk ancaman, ulasan seksual, kelabelan pejoratif (iaitu ucapan benci), berpakat terhadap mangsa dengan membuat mereka taklukan penghinaan dalam forum, dan mengirimkan kenyataan palsu dan apabila fakta ditujukan pada penghinaan.
Siber-buli dapat mendedahkan data peribadi mangsa (contohnya nama sebenar, alamat, atau tempat kerja/sekolah) di laman web atau forum atau dapat menyamar sebagai pengenalan mangsa untuk tujuan menerbitkan bahan dalam nama mereka yang menfitnah atau memalukan mereka. Sesetengah pembuli siber dapat juga mengirim email yang mengancam dan mengganggu berterusan dan mesej segera pada para mangsa, sementara yang lain mengirimkan khabar angin atau umpatan dan menghasut lain untuk tidak menyukai dan berkomplot terhadap sasaran.
walaupun kegunaan ulasan dan ancaman seksual kadang-kadang hadir dalam siber-buli, ia tidak sama dengan gangguan berterusan seksual dan tidak semestinya melibatkan pemangsa seksual.

[sunting] Siber-buli lwn. siber-hendap

Amalan siberbuli tidak terhad pada kanak-kanak dan, sementara tingkah laku ini dikenalkan oleh takrifan sama dalam orang dewasa, perbezaan dalam kumpulan usia dirujukkan sebagai siber-hendap atau siber-gangguan berterusan apabila dilakukan oleh dewasa terhadap dewasa. Taktik umum digunakan oleh penghendap siber adalah untuk merosakkan suatu enjin gelintar atau ensiklopedia, untuk mengancam suatu gaji, pekerjaan, reputasi, atau keselamatan mangsa.
Suatu corak ulangan terhadap suatu sasaran oleh dan di antara orang dewasa mendirikan siber-hendap.

[sunting] Penyelidikan

Pada musim panas 2008, penyelidik Sameer Hinduja (Universiti Florida Atlantic) dan Justin Patchin (Universiti Wisconsin-Eau Claire) menerbitkan buku berkenaan siberbuli yang meringkaskan keadaan kini penyelidikan siberbuli. (Bullying Beyond the Schoolyard: Preventing and Responding to Cyberbullying). Penyelidikan mereka merekodkan bahawa siberbuli telah meningkat dalam beberapa tahun kebelakangan ini. Mereka turut melapurkan dapatan bahawa dari kajian terkini siberbuli dikalangan pelajar sekolah menengah. Menggunakan contoh rawak sekitar 2000 pelajar sekolah menengah dari sekolah besar di daerah di selatan Amerika Syarikat, lebib kurang 10% dari responden telah dibuli siber dalam 30 hari terdahulunya sementara 17% dilaporkan dibuli siber sekali dalam hidup mereka. Sementara kadar-kadar ini adalah sedikit kurang daripada sesetengah kecarian dari penyelidikan terdahulu mereka, Hinduja dan Patchin menunjukkan bahawa kajian lebih awal telah secara terbanyak dilakukan di kalangan remaja belasan tahun yang lebih tua dan sampel Internet. Iaitu, pemuda-pemudi yang lebih tuda menggunakan Internet lebih sering dan lebih lagi mengalami siber-buli daripada kanak-kanak lebuh muda.

 Tinjauan pendapat dan statistik

National Crime Prevention Council melaporkan siber-buli sebagai suatu masalah yang mengesan hampir separuh semua remaja belasan tahun Amerika.
Pada 2007, Debbie Heimowitz seorang pelajar Sarjana Tua Stanford University mencipta Adina's Deck, sebuah filem berasaskan pada penyelidikan penghargaan Stanford. Dia bekerja dalam kumpulan fokus untuk sepuluh minggu dalam tiga sekolah berlainan untuk mempelajari masalah siber-buli di CA Utara. Pencarian ini menentukan bahawa melebihi 60% dari pelajar telah dibuli siber dan adalah mangsa siber-buli. Filem ini sekarang digunakan dalam bilik kelas di seluruh negara oleh kerana ia direkabentuk di sekitar sasaran berkaitan dengan masalah para pelajar telah memahami topik itu. Pelajar sekolah tengah Megan Meier telah melaporkan menggunakan filem sebagai suatu jawapan pada krisis pekan mereka.
Pada September 2006, ABC News melaporkan pada suatu tinjauan pendapat disediakan oleh I-Safe.Org. Tinjauan pendapat 2004 ini dari 1,500 pelajar di antara darjah 4-8 dilaporkan:
  • 42% dari kanak-kanak telah dibuli sementara online. Satu dari empat berlaku pada mereka lebih daripada sekali.
  • 35% dari kanak-kanak telah diancam sementara online. Hampir satu dalam lima telah berlaku pada mereka lebih daripada sekali.
  • 21% dari kanak-kanak telah menerima email atau mesej lain yang menghina atau mengancam.
  • 58% dari kanak-kanak mengaku seorang telah mengata perkara menghina atau menyakitkan hati kepada mereka semasa online. Lebih daripada empat dari sepuluh mengata ia telah berlaku pada mereka lebih dari sekali.
  • 58% belum memberitahu ibu bapa mereka atau seorang dewasa mengenai sesuatu yang menghina atau mengancam yang berlaku pada mereka semasa online.
Suatu tinjau pendapat 2006 oleh Harris Interactivemelaporkan:
  • 43% dari remaja belasan tahun A.S. telah mengalami sesetengah bentuk siber-buli pada tahun yang lalu.
Miripnya, suatu kajian Kanada mendapati:
  • 23% dari pelajar sekolah tengah telah dibuli oleh e-mail
  • 35% dalam bilik bual
  • 41% oleh mesej teks pada telefon bimbit mereka
  • 41% yang sepenuhnya tidak mengenali pengenalan pelaku.
Youth Internet Safety Survey-2, dilakukan oleh Crimes Against Children Research Center di University of New Hampshire pada 2005, mendapati bahawa 9% dari orang muda dalam tinjau pendapat telah mengalami sesetengah bentuk gangguan berterusan. Tinjauan pendapat ini adalah tinjauan pendapat telefon perwakilan negara dari 1,500 pemuda-pemudi berusia 10–17 tahun. Sepertiga melaporkan merasa tertekan oleh peristiwa itu, dengan yang tertekan lebih lagi menjadi untuk respondan yang lebih muda dan mereka yang mangsa-mangsa gangguan berterusan agresif (termasuk dipanggil telefon, dikirim hadiah, atau dilawat oleh penggangu berterusan).Dibandingkan dengan pemuda/pemudi yang tidak diganggu berterusan semasa online, para mangsa lebih lagi mempunyai masalah sosial. Pada tangan yang lain, pemuda yang mengganggu berterusan orang lain lebih lagi mempunyai masalah dengan melanggar peraturan dan pencerobohan. Significant overlap telah dilihatkan — pemuda yang diganggu berterusan adalah dengan sepenuh makna lebih lagi juga menggangu berterusan orang lain.
Hinduja dan Patchin menamatkan kajian pada musim panas 2005 dari lebih kurang 1,500 remaja yang mengguna Internet dan mendapati bahawa melebihi sepertiga pemuda dilaporkan dimangsakan semasa online, dan melebihi 16% responden mengaku membuli siber orang lain. Sementara kebanyakan misal siberbuli melibatkan tingkah laku minor yang secara relatif (41% telah tidak dihormati, 19% telah dipanggil nama yang tidak elok), melebihi 12% telah diancam secara fizikal dan lebih kurang 5% takur pada keselamatan mereka.
Ternyata, kurang daripada 15% mangsa memberitahu serang dewasa tentang peristiwa itu.
Penyelidikan tambahan oleh Hinduja dan Patchin mendapati bahawa pemuda yang dilaporkan menjadi mangsa siber-buli juga mengalami tekanan atau strain yang berkaitan dengan tingkah laku masalah offline seperti melarikan diri dari rumah, menipu dalam ujian sekolah, ponteng sekolah, atau menggunakan alkohol atau marijuana. Para pengarang mengetahui bahawa kedua-dua kajian ini memberikan hanya maklumat permulaan tentang sifat dan akibat pembulian semasa online, oleh kerana cabaran metodologi berkaitan dengan sebuah tinjauan pendapat online.
Menurut dengan sebuah tinjauan pendapat 2005 oleh dermawan National Children's Home dan Tesco Mobile dari 770 pemuda di antara usia 11 dan 19, 20% dari responden mendedahkan bahaw mereka telah dibuli melalui cara elektronik. Hampir tiga suku youth (73%) mengatakan bahawa mereka mengetahui pembulinya, sementara 26% mengatakan bahawa pesalah atau seorang yang tidak dikenali. 10% dari perespon mengindikasikan bahawa seorang lain telah mengambil sekeping gambar dan/atau video mereka melalui sebuah kamera telefon bimbit, akibatnya membuatnya mereka mereka tidak selesa, malu, atau terancam. Banyak pemuda tidak merasa selesa memberitahu seorang tokoh pihak berkuasa tentang kemangsaan siberbuli mereka oleh kerana pencapaian ke teknologi akan diambil dari mereka; sementara 24% dan 14% memberitahu seorang ibu atau bapa atau guru secara tertentu, 28% tidak memberitahu sesiapa sementara 41% memberitahu seorang kawan.
Sebuah tinjauan pendapat oleh Crimes Against Children Research Center di University of New Hampshire pada 2000 mendapati bahawa 6% dari orang muda dalam tinjauan pendapat telah mengalami sesetengah bentuk gangguan berterusan termasuk ancaman dan khabar angin negatif dan 2% telah menderita gangguan berterusan menekan.
Melaporkan keputusan dari sebuah analisis meta dari berbuah negara Kesatuan Eropah, Hasebrink et al (2009) menganggarkan (melalui keputusan median) bahawa lebih kurang 18% dari pemuda Eropah telah "dibuli/diganggu/dihendap" melalui internet dan telefon bimbit. Kadar-kadar siber-gangguan untuk pemuda di sepanjang negara ahli KE berjulat dari 10% ke 52%.
Australian Covert Bullying Prevalence Survey seluruh negara (Cross et al, 2009) mentafsirkan pengalaman siberbuli di kalangan 7,418 pelajar. Kadar-kadar siberbuli bertambah dengan usia, dengan 4.9% dari pelajar dalam Darjah 4 melaporkan siberbuli dibandingkan dengan 7.9% dalam darjah sembilan. Cross et al., (2009) melaporkan bahawa kadaran membuli dan mengganggu berterusan orang lain adalah lebih kurang, tetapi juga ditambahkan dengan usia. Hanya 1.2% dari Darjah 4 telah dilaporkan membuli orang lain dibandingkan dengan 5.6% odari pelajar Darjah 9.

Dibandingkan dengan pembulian tradisional

Sesetengah ciri-ciri di tekologi online bertambah kemungkinan bahawa mereka akan dieksploitasi untuk tujuan melencong. Tidak seperti membuli secara fizikal, pembulian elektronik dapat tetap sebenarnya mengguna akaun emel sebenarnya secara tidak dikenali menggunakan akaun email sementara, pseudonim dalam bilik bual, pengaturcara mesej segara, mesej teks telefon sel, dan tempat Internet lain untuk menyelibung pengenalan mereka: ini mungkin membebaskan mereka dari normative and social constraints on their behavior.
Tambahan, penyiber-buli dapat emboldened apabila mengguna cara elektronik untuk menjalankan agenda antagonistik mereka kerana ia membawa kurang tenaga dan keberanian untuk menjelaskan ulasan membinasakan menggunakan papan pad atau papan kekunci daripada dengan nada suara seorang.
Tamabahan, forum elektronik sering kekurangan penyeliaan. Apabila tuan bual seringkali memerhati dialog dalam sesetengah bilik bual dengan suatu usaha untuk mengawal perbualan dan mengusir individu yang menyakitkan hati, mesej peribadi dikirimkan di antara para pengguna (seperti mel eletronik atau mesej teks) hanya dapat dilihat oleh pengirim dan penerima, dengan demikin di luar capai peraturan sebarang pihak berkuasa. Tambahan, apabila remaja belasan tahun lebih mengetahui tentang komputer dan telefon bimbit daripada ibu bapa atau penjaga mereka, mereak oleh itu dapat menjalankan teknologi tanpa kebimbangan bahawa seorang ibu atau bapa akan menemu pengalaman mereka dengan membuli (whether as a victim or offender).
Suatu lagi faktor adalah ketidakpisahan sebuah telefon bimbit dari pemiliknya, membuat orang itu seorang sasaran berterusan untuk pemangsaan. Para pengguna sering perlu biarkan telefon mereka dihidupkan untuk tujuan berpatutan, yang memberikan kesempatan untuk mereka dengan niat jahat untuk melibat dengan tingkah laku tidak dialu-alukan berterusan seperti panggilan telefon yang harassing atau kenyataan mengugut dan menghina melalui kebolehan mesej teks telefon bimbit. Siber-buli oleh itu menembusi dinding-dinding seorang rumah, terdahulunya suatu tempat di mana mangsa-mangsa dapat mencari kelarian dari bentuk-bentuk lain membuli.
Satu kemanfaatan untuk mangsa-mangsa siber-buli ke atas pembulian tradisional adalah bahawa mereka dapat kadang-kadang menghindar laman/bilik bual dalam pertanyaan. Alamat email dan nombor telefon dapat diubah; tambahan, kebanyakan akaun e-mail kini memberikan perkhidmatan yang akan secara automatik menapiskan mesej dari sesetengah pengirim sebelum mereka dapat mencapai inbox, dan telefon memberikan fungsi ID pemanggil yang mirip.
Malangnya, ini dengan ketara tidak melindungi terhadap semua bentuk siber buli; menerbit bahan tentang seorang di internet adalah sangat sukar dicegah dan sekali ia dipos, berjuta-juta orang dapat berpotensi untuk memuatbawahnya sebelum ia dialih. Sesetengah pelaku perkara jahat dapat mengirim foto mangsa, atau foto diterbit mangsa seperti keterangan gambar atau menampal muka mangsa di badan-badan telanjang. Contoh-contoh forum masyhur untuk mendedahkan data atau foto peribadi atau untuk "menghukum" "musuh" termasuk Hong Kong Golden Forum, Live Journal, dan lebih baru-baru ini JuicyCampus. Sungguhpun polisi-polisi yang menjelaskan siber-buli sebagai violation terma-terma perkhidmatan, banyak laman web rangkaian sosial telah digunakan ke hujung itu.

Legislasi terhadap siber-buli

Legislasi menyesuaikan dengan mendenda siber-buli telah diperkenalkan dalam sebilangan negeri A.S. termasuk New York, Missouri, Rhode Island dan Maryland. Sekurang-kurang tujuh negeri meluluskan undang-undang terhadap gangguan yang berterusan digital pada 2007. Dardenne Prairie dari Springfieled, Missouri meluluskan undang-undang bandar jenayah yang kurang serius. Bandar St. Charles, Missouri telah meluluskan ordinan mirip. Missouri adalah di kalangan negeri yang lain di mana pembuat undang-undang sedang meneruskan legislati negeri, dengan suatu task forces dianggap mengadakan unda-undang “siberbuli” direncanakan dan melaksanakan. Pada Jun, 2008, Rep. Linda Sanchez (D-Calif.) dan Rep. Kenny Hulshof (R-Mo.) mencadangkan undang-undang persekutuan yang akan menjenayahkan siber-buli.
Pembuat undang-undang sedang mencari jalan untuk mengalamat siberbuli dengan legislati baru oleh kerana kini tiada undang-undang khusus dalam buku-buku yang mengurusi dengannya. Suatu undang-undang siber-hendap persekutuan yang agak baru akan mungkin mengalamatkan sebarang tindakan, menurut dengan Aftab, tetapi belum lagi ada orang telah didakwa di bawahnya. Undang-undang persekutuan dicadang akan membuatnya haram untuk menggunakan cara elektronik untuk "memaksa, mengugut, mengganggu atau menyebabkan tekanan emosi cukup banyak lain."
Pada August 2008, badan perundangan negeri California melaluskan salah satu dari undang-undang dalam negara A.S. untuk menguruskan secara lanjut dengan siber-buli. Penggubalan undang-undang, Assembly Bill 86 2008, memberikan pentadbir sekolah kuasa untuk mendisiplinkan para pelajar untuk membuli orang lain offline atau online. This law took effect, January 1, 2009.
Suatu keputusan baru-baru ini pertama kali dilihat di UK menentukan bahawa ia boleh jadi untuk suatu Internet Service Provider (ISP) bertanggung jawab dengan kandungan laman-laman yang ia menuanrumahkan, meletakkan suatu duluan bahawa mana-mana ISP harus menganggap suatu notis aduan secara serius dan menyiasatnya selanjutnya.

Kesan merosakkan

Penyelidikan telah menunjukkan sebilangan akibat serius kemangsaan siber-buli. Contohnya, mangsa-mangsa mempunyai harga diri lebih kurang, bergagasan ingin bunuh diri bertambah, dan suatu kepelbagaian jawapan beremosi, menyiber-buli balik, menjadi takut, merasa gelisah, marah, dan merasa sedih.
OSalah satu dari kesan yang sangat merosakkan adalah bahawa seorang mangsa bermula menghindari diri dari kawan-kawan dan aktiviti-aktiviti, sering sifat niat yang disebabkan siber-buli.
Kempen-kempen siber-buli kadang-kadang sangat merosakkan yang para mangsa telah membunuh diri. Ada lebih kurang empat contoh di Amerika Syarikat di mana siber-buli telah berkaitan dengan pembunuhan diri seorang remaja belasan tahun. Pembunuhan diri Megan Meier adalah suatu contoh baru-baru ini yang membawakan kepada sabitan pelaku jahat orang dewasan serangan itu.

Ancaman, kerosakan emosi, bunuh diri

Keengganan pemuda-pemudi memberitahu suatu tokoh pihak berkuasa tentang contoh siber-buli membawa keakibat mabwa maut. Lebih kurang tida kanak-kanak di antara usia 12 dan 13 tahun telah membunuh diri oleh kerana kesedihan yang disebabkan siber-buli, menurut dengan laporan oleh USA Today dan Baltimore Examiner. Ini termasuk pembunuhan diri Ryan Halligan dan pembunuhan diri Megan Meier, yang kedua mengakibatkan United States v. Lori Drew.

Hasil hilang, pendapatan diancam, fitnah

Kajian telah dijalankan oleh para syarikat besar untuk mdengukur kehilangan hasil melalui tugas palsu. Penyiber-hendap mencari jalan untuk menrosakkan pendapatan, pekerjaan, reputasi, atau keselamatan mangsa mereka. Suatu 2008 High Court ruling menentukan bahawa, bercakap secara umum, fitnah adalah apabila penyataan fitnah telah dibuat secara lisan tanpa justifikasi. Penyataan menfitnahkan adalah mereka yang dirakam dengan sesetengah tahap kekal. Ini termasuk penyataan dibuat oleh email atau di papan buletin online.

Orang Dewasa dan tempat kerja

Siber-buli tidak terhad pada serangan peribadi atau kanak-kanak. Siber-gangguan yang berterusan, dirujukkan sebagai siber-hendap apabila melibatkan dewasa-dewasa, mengambil tempat di tempat kerja atau di laman web syarikat, blog atau kajian semula produk.
Suatu tinjauan pendapat 1,072 pekerja oleh Dignity dan and Work Partnership mendapati bahawa satu dalam lima telah dibuli di tempat kerja melalui e-mail dan penyelidikan telah mendedahkan 1 dalam 10 pekerja UK mempercayai siber-buli adalah suatu masalah di tempat kerja mereka.
Siber-buli juga menjadi-menjadi di entri Wikipedia, Amazon.com dan iTunes, di mana ulasan produk bersama dengan data dihasil pengguna lain diawasi lebih dekat dan ditanda untuk kadungan yang dianggap berniat jahat dan biased apabila laman-laman ini menjadi alat pada siberbuli dengan cara permintaan berniat jahat untuk penghapusan rencana, vandalisme, salah guna kedudukan pentadbiran, dan menggerombol pada produk untuk mengepos ulasan "palsu" dan mengundi bawah produk.
Penyiber-hendap menggunakan pos, forum, jurnal dan online lain bermakna untuk menunjukkan seorang mangsa dalam suatu bermakna mewakili seorang mangsa dalam suatu cahaya palsu dan tidak memujikan. Soalan tanggungjawab untuk gangguan berterusan dan pembunuhan watak adalah khususnya menonjol pada perlindungan badan perundangan sejak pengarang asal bahan menyakitkan hati adalah, lebih sering daripada tidak, bukan hanya tanpa nama, tetapi tidak dapat dikesan. Walaupun demikian, salah guna seharusnya secara tekal di bawa ke perhatian kakitangan syarikat.

Pengakuan orang dewasa dan taktik tempat kerja siber buli

Taktik-taktik umum digunakan oleh penghendap siber adalah untuk memusnahkan harta umum sebuah enjin gelintar atau ensiklopedia, untuk mengancam gaji, pekerjaan, reputasi, atau keselamatan mangsa. Berbagai syarikat memberikan perkara-perkara siber-hendap (melibatkan dewasa) mengikutkan corak tindakan berulangan terhadap suatu sasaran. Sementara motif-motif berlainan, samada romantis, suatu percanggahan bisnes kepentingan, atau ketidaksukaan perbadi, sasaran adalah biasanya seorang yang hidup penghendapnya melihat atau merasakan unsur-unsur yang berkurangan dalam hidupnya. Barangan atau khidmat asas web mengumpil terhadap siber-hendap pada gangguan beterusan atau fitnah mangsa-mangsa mereka.
Sumber fitnah kelihatan datang dari empat jenis maklumat online pembekal: Weblog, forum atau lembaga industri, dan laman web komersial. Kajian mendedahkan bahawa sementara sesetengah motif adalah ketidaksukaan peribadi, adanya sering dorongan ekonomi lanjut oleh penghendap, termasuk percanggahan kepentingan, dan siasatan mendedahkan parti bertanggung jawab adalah seorang penggabung atau pembekal, atau pesaing sendiri.

Kempen kesedaran siber-buli

Pada Mac 2007, Advertising Council di Amerika Syarikat, dalam perkongsian dengan National Crime Prevention Council, Jabatan Keadilan A.S., dan Crime Prevention Coalition of America, joined mengumumkan pelancaran sebuah kempen public service advertising baru direkabentuk untuk mendidik pra remaja belasan dan remaja belasan tentang bagaimana mereka dapat memainkan suatu peranan dalam menamatkan siber-buli.
Siber-buli adalah tajuk forum di Dewan Rakyat British dipengerusi oleh Tim Loughton dan Louise Burfitt-Dons pada Act Against Bullying. Satu tinjuan pendapat Pew Internet and American Life mendapati bahawa 33% dari remaja belasan tahun tertakluk pada sesetengah jenis siber-buli.
20 Januari 2008 — edisi 2008 Boy Scouts of America The Boy Scout Handbook mengalamatkan bagaiman hendak mengurus dengan pembulian online. Suatu keperluan taraf Kelas Petrama rank baru menambah: "Menjelas tiga benda anda harus menghindar melakukan yang berkaitan pada kegunaan Internet. Menjelaskan suatu siberbuli dan bagaimana anda harus menjawab kepada seorang." 
31 Januari 2008 — KTTV Fox 11 News berasaskan di Los Angeles, California meletakkan suatu laporan tentang siber-buli di laman seperti Stickam oleh orang yang memanggil diri mereka sendiri "/b/rothas". Laman ini telah meletakkan laporan pada Julai 26, 2007, tentang suatu tajuk yang sebahagiannya mencirikan siber-buli berjudul "penceroboh pada steroid".
2 Jun 2008 — Ibu bapa, remaja belasan, guru, dan eksekutif Internet datang sama di Wired Safety's International Stop Cyberbullying Conference, suaut pengutipan dua hari di White Plains, New York dan New York City. Para eksekutif dariFacebook, Verizon, MySpace, Microsoft, dan banyak yang lain bercakap dengan beratusan tentang bagaimana hendak lebih baik melindungi diri mereka, reputasi peribadi, kanak-kanak dan bisnes online dari gangguan yang berterusan. Para penaja persidangan termasuk McAfee, AOL, Disney, Procter & Gamble, Girl Scouts of the USA, WiredTrust, Children’s Safety Research and Innovation Centre, KidZui.com dan yang lain. Persidangan ini telah disampaikan dengan pergabungan dan dengan sokongon Pace University. Topik-topik termasuk siber-buli dan undang-undang, dengan perbincangan tentang undang-undang mentadbirkan siber-buli dan bagaimana hendak membezakan kekurangajaran dan gangguan jenayah. Forum tambahan mengalamatkan tanggung jawab legal ibu bapa, perlunya untuk lebih undang-undang, bagaimana hendak mengurus pengeposan ganas video, dan juga perbezaan di antara bebas tuturan dan tuturan kebencian. Siber-gangguan yang berterusan lwn. siber-buli adalah suatu topik barisan depan, di mana usia menunjukkan perbezaan dan tingkah laku internet yang salah diguna oleh para dewasa dengan niat berulangan untuk membinasa, diejek atau merosakkan orang atau bisnes diklasifikasikan sebagai gangguan yang berterusan hendap lwn. pembulian oleh remaja belasan dan dewasa muda.

Sokongan masyarakat

Sebilangan bisnes dan pertubuhan berada dalam campuran untuk memberikan kesedaran, perlindungan dan jalan keluar untuk masalah yang menjadi bertambah. Sesetengah bertujuan untuk memberitahu dan memberikan ukuran untuk mencegah dan juga secara berkesan menghentikan siberbuli dan siber-gangguan berterusan. Dermaan anti-buli Act Against Bullying melancarkan kempen CyberKind pada Ogos 2009 untuk mengalakkan kegunaan internet positif.
Firma-firma telah membangunkan alat-alat untuk membantu ibu bapa memerang siberbuli. Pada 2008, syarikat Vanden mendedahkan suatu alat yang membenarkan kanak-kanak untuk secara langsung memberitahu para dewasa yang dipilih apabila mereka dibuli atau diganggu berterusan semasa onlin. CyberBully Alert juga mendokumenkan pesan mengancam dengan menyimpan sebuah tangkapan gambar skrin komputer anak itu apabila anak itu mencetuskan suatu amaran. CyberPatrol dan LookBothWays adalah dua firma yang berkemaskini dengan arus aliran internet.
Pada 2007, YouTube memperkenalkan Anti-Bullying Channel pertama untuk orang muda, (BeatBullying) melibatkan bantuan para selebritis untuk menguruskan masalah.
Mossley Hollins High School di Manchester telah baru-baru ini mengambil pimpinan negara dalam membangunkan sumber-sumber dan bahan di UK untuk sekolah-sekolah dan perkhidmatan untuk digunakan. Will Aitken, penyelaras ICT, baru-baru ini mengatur hari negara-negara kesedaran siberbuli yang pertama untuk murid-murid dan ibu bapa.

Siber-buli dalam media dan budaya pop

  • Adina's Deck— sebuah filem tentang para pelajar gred 8 yang membantu kawan mereka yang telah disiberbuli.
  • Let's Fight It Together — sebuah filem dikeluarkan oleh Childnet International untuk digunakan di sekolah unutk menyokong perbincangan dan penyedaran didedahkan disekitar siberbuli.
  • Odd Girl Out — sebuah filem tentang seorang perempuan yang dibuli di sekolah dan secara online.
  • Shredderman Rules — sebuah filem tentang seorang murid sekolah tengan yang membuli pembuli sekolah untuk mendapatkan dendam tepat kerana dibuli secara fizikal dan perasaan.
  • At a Distance - sebuah filem pendek dikeluarkan oleh NetSafe untuk tontonan 8-12 tahun. Ia acara kemuncak membentuk dan mengesan siberbuli dan kepentingan penonton.

Wanita dan siber-buli

Kathy Sierra adalah seorang pakar Java dan pemblog tek yang pernah dibuli dan membebani pidato benci dan ancaman secara online. Online misogini ini tidak disasarkan terhadap pemblog tek tetapijuga bermuncul dalam masyarakat


referensi : http://ms.wikipedia.org/wiki/Siberbuli